Rabu, 18 Maret 2015

KEBEBASAN BERPENDAPAT

Dilema yang sering muncul di Negara Demokrasi

Mengabaikan kebutuhan negara yang sebenarnya demokrasi menjadi PERISAI hanya untuk beberapa orang, fungsional pemerintahan sebenarnya tahu apa yang akan terjadi di Negara Demokrasi.

Ketidak dewasaan dalam berlembaga akan muncul mengatas namakan DEMOKRASI secara gamblang kita menjelaskan ke publik international kalo Negara kita masih butuh di JAJAH.

Tak terhitung lagi janji politik yang bergumam di sepenjuru antero Negara ini, dan prestasi yang muncul dari anak Negeri menjadi ulasan singkat di setiap media publikasi.

Memang kita telah sadar kalau Si Pengatur Negara (Belum jelas menurut saya) telah merumuskan banyak formula agar informasi yang kita miliki hanya berasal dari mereka, hasilnya sangat jelas sebuah tameng yang kokoh mereka sebut itu KESTABILAN NEGARA.

Boleh dikatakan saya lebih sepakat kalau Negara tidak butuh kebebasan berpendapat sebesar - besarnya. kita tidak butuh Demokrasi yang dipermainkan. Jika kebenaran menjadi sesuatu yang bias maka tidak ada kebenaran yang terjadi, yang ada hanya ALASAN untuk membenar - benarkan sesuatu.
 
Abu Said al-Khudri meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : “ Sesiapa yang melihat kemungkaran hendaklah ia mencegahnya dengan tangan. Jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan. Jika tidak mampu juga maka cegahlah dengan hati di mana demikian itu (tanda) selemah-lemah iman” (HR Muslim)

Jumat, 03 Februari 2012

ENDAPAN EMAS PADA BATUAN METAMORF

ENDAPAN EMAS PADA SABUK METAMORFIK (OROGENESIS)

Assalamu alaikum Wr Wb
Sebelumnya saya ingin berterimakasih kepada teman2 yang udah baca blog ini atau mungkin udah rela nunggu tulisan selanjutnya (sorry agak kepedean), hari ini saya mau coba share tentang endapan emas pada batuan metamorf.
Beberapa hari yang lalu di Kampus kedatangan banyak Alumni yang ahli dibidang emas atau yang udah pernah eksplorasi tentang emas kita pun sedikit berdiskusi mengenai pembentukan emas hingga akhirnya berujung kepembahasan emas pada batuan Metamorf. Untuk pendahuluan mungkin kita harus tahu apa itu emas dan apa itu batuan metamorf, kemudian apa itu sabuk metamorfik

Sabuk metamorfik adalah daerah kompleks dimana terdapat akresi dan kolisi dan melibatkan kerak benua. Proses tektonik yang terjadimerupakan skala litosferik, keterlibatan temperatur dan tekanan, dikarenakan oleh proses magmatik pada busur depan dengan asosiasi prisma akresi dan cekungan ekstensional pada bagian busur belakang, deformasi dan metamorfosa umumnya berasosiasi dengan magmatisme granitoid plutonik, dan pengangkatan serta erosi yang diikuti pembentukan cekungan dimana material sedimen dapat terakumulasi.
Endapan emas dapat terbentuk pada berbagai tingkat dari evolusi orogenik, sehingga muncul sabuk metamorfik yang mengandung bermacam-macam tipe endapan yang dapat saling sejajar atau memotong. Groves et al. (2003) membedakan endapan emas yang terbentuk pada sabuk metamorfik selama proses orogen pada fase kompresi berdasar genesa dan bentuk geometri. Tipe-tipe endapan tersebut antara lain, endapan emas orogenik, endapan emas yang berasosiasi dengan intrusi, dan endapan emas yang berasosiasi dengan logam dasar (Gambar 3).
Gambar 3. Skema keterdapatan endapan emas orogenik, endapan emas anomalous metal association/typical metal association, dan endapan emas berasosiasi dengan intrusi, dan memperlihatkan korelasi kedalaman dan tatanan struktur serta litologi batuan pembawa (Groves, et al., 2003).

Endapan emas orogenik
Endapan emas orogenik merupakan endapan hasil dari bentuk terakhir pada siklus orogen dari air metamorfik yang berasal dari bagian tengah hingga bagian bawah kerak,
walaupun ada kumungkinan fluida juga berasal dari air magmatik yang dalam. Untuk endapan jenis ini, terkadang digunakan pula terminologi yang berkaitan dengan asosiasi bijih host sequence, seperti greenstone-hosted, greenstone belt, slate-belt style, turbidite hosted. Juga dipergunakan sebutan yang berkaitan denga bentuk bijih yang ditemukan, seperti lode gold, urat kuarsa-karbonat, atau disseminated deposit.
Batuan asal pada endapan emas orogenik ini mayoritas terkena metamorfosa regional membentuk sekishijau hingga fasies amfibolit bawah. Bijih pada endapan ini terbentuk secara sinkinematik, dengan setidaknya 1 tahap deformasi penetrasi pada batuan asal, yang tentunya menghasilkan kontrol struktur yang kuat meliputi sesar, shear zone, lipatan dan atau zone of competency contrast (Hudgons, 1989 dalam Grove et al., 2003).
Endapan ini memperlihatkan dimensi vertikal sekitar 1 km hingga 2 km, menunjukkan penzonaan logamyang halus dengan kenampakan yang khusus dan kuat. Pada endapan ini urat kuarsa±karbonat ada di mana-mana dan pada umumnya mengandung sedikit emas, walaupun pada kebanyakan sistem tersulfidasi, batuan samping dengan kandungan Fe/(Fe+Mg+Ca) yang tinggi berdampingan dengan urat-urat yang mengandung bijih (Bohlke, 1988 dalam Grove et al., 2003).
Kebanyakan dari endapan emas yang ditemukan pada jumlah yang besar adalah jenis endapan emas orogenik. Secara garis besar endapan ini terbagi menjadi 2, yaitu (1) endapan yang mengalami pengkayaan Cu±Mo (contohnya adalah pada McIntyr Timmins/Kanada dan Boddington/Australia) dan (2) endapan yang mengalami pengkayaan Cu-Zn±Pb±Ag dan/atau pirit yang melimpah (contohnya pada Bousquet/ Kanada; Mount Gibson/Australia, dan beberapa endapan yang ditemukan di Tanzania dan Kenya; Carolina slate belt/USA dan endapan VMS di Mount Read/Australia, yang keduanya memiliki unsur yang berasosiasi dengan endapan emas orogenik (contohnya: As, B, Bi, Sb, Te,W). Endapan emas orogenik ini sangat luas penyebarannya, sehingga dibagi-bagi lagi berdasarkan segmen kedalamannya (Gebre-Mariam et al., 1995). Secara garis besar terbagi menjadi 3 yaitu “epizonal” pada kedalaman < 6 km, “mesozonal” pada kedalaman 6 km – 12 km, dan “hipozonal” pada kedalaman >12 km (Gambar 4).


Gambar 4 Pembagian zona pada endapan emas orogenik dan dikorelasikan dengan derajat metamorfosa pada batuan pembawa (Gebre-Mariam et al., 1995).

Karakteristik mineralogi, geokimia dan fluida endapan emas orogenik
a. Kondisi geologi host terrane dan tatanan tektonik
     Berdasarkan Kondisi geologi tipe endapan ini bercirikan :
- Metamorfisme Regional
- Protolithnya 1. pada Archean berupa Green schist mengandung Au vulkanik plutonik pada back arc  berupa basal, 2. sedimen laut  klastik berupa greywake, argilit
- Endapan emas tipe ini terbentukakhir uruttan deformasi metamorfisme pada batas lempeng : akresi, translasi dan Kolisi. 

 
Gambar 5. Tatanan tektonik pembentukan berbagai endapan. Tatanan tektonik pembentukan endapan orogenik berada pada batas kontinen, zona akresi atau kolisi (Groves et al, 1998).
Perlu ditekankan bahwa endapan emas orogenik bukan merupakan endapan synvulkanik. Endapan ini terbentuk pada akhir siklus orogen, puluhan juta tahun setelah vulkanisme terjadi (Gebre-Mariam et al., 1995). Terdapat kontrol struktur yang kuat terhadap proses mineralisasi dengan skala yang bervariasi. Endapan biasanya ditemukan pada struktur orde kedua atau ketiga, dan sangat sering ditemukan berupa struktur akibat kompresi dengan skala yang sangat besar. Terdapat sangat banyak variasi tipe struktur yang ditemukan (Groves et al,. 1998), yaitu:
  1. Patahan brittle hingga ductile shear zone dengan sesar naik yang memiliki sudut yang kecil hingga sudut yang besar, strike-slip atau oblique-slip motion
  2. Fracture array, stockwork atau zona breksiasi pada batuan
  3. Zona foliasi (rekahan yang terbentuk akibat tekanan), atau
  4. Puncak lipatan pada sekuen turbidit yang bersifat ductile.
Struktur mineralisasi mengalami syn- atau post-mineralization displacement, namun endapan emas biasanya memiliki penyebaran yang luas, terus menunjam ke bawah (ratusan meter hingga kilometer). Berbagai aspek geologi mempengaruhi bentuk mineralisasi dari endapan seperti terlihat pada Gambar 6.


Gambar 6. Macam-macam bentuk mineralisasi pada lode gold Proterozoik (Partington dan Williams, 2000).
b. Fasies metamorfik batuan samping
Endapan emas pada batuan metamorf tentunya berkaitan dengan proses metamorfosa yang menghasilkan batuan metamorf. Stüwe (1998, dalam Groves et al., 2003) menyatakan bahwa endapan emas orogenik biasanya terkena proses metamorfosa regional membentuk batuan metamorf fasies sekishijau hingga fasies amfibolit-bawah. Sedangkan Gebre-Mariam et al. (1995) menyatakan bahwa endapan emas pada batuan metamorf ditemukan pada fasies prehnit-pumpelit, fasies sekishijau, fasies amfibolit, dan granulit bawah. Namun, mayoritas endapan emas ditemukan pada fasies sekishijau.
c. Mineralogi endapan
Endapan ini dicirikan dengan sistem urat dominan kuarsa dengan mineral sulfida ≤ 3-5% (umumnya sulfida Fe) dan mineral karbonat ≤ 5-15%. Mineral albit, mika putih atau fushsite, klorit, scheelite dan turmalin sangat sering menjadi pengotor pada urat yang ditemukan pada batuan pembawa fasies sekishijau. Sistemurat bisa menerus secara vertikal mencapai 1-2 km dengan sedikit perubahan mineralogi atau kadar emas. Zoning mineral ditemukan pada beberapa endapan. Perbandingan emas : perak bervariasi dari 10 (normal) hingga 1 (sangat sedikit), dengan bijih yang terdapat pada urat dan pada batuan samping yang tersulfidasi. Kadar emas relatif tinggi, tercatat mencapai 5–30 g/t. mineralogi sulfida biasanya menunjukkan litogeokimia batuan pembawa. Arsenopirit merupakan mineral sulfida yang paling sering ditemukan pada batuan asal metasedimen, sedangkan mineral pirit atau pirotit ditemukan pada batuan beku yang termetamorfkan. Urat yang mengandung sedikit emas memperlihatkan pengkayaan akan As, B, Bi, Hg, Sb, Te dan W yang bervariasi; konsentrasi Pb dan Zn pada umumnya hanya sedikit di atas keadaan regional awal (Groves et al., 1998).
d. Alterasi batuan samping
Endapan ini menunjukkan zonasi lateral yang kuat pada fase alterasi dari proksimal hingga distal yang mencapai skala meter hingga kilometer yang terjdi baik pada skala camp maupun skala endapan. Alterasi yang umum terjadi adalah kloritisasi dan karbonatisasi dapatmencapai lebar 1 kmdari endapan. Sedangkan untuk zona alterasi yang terbentuk pada fase awal zona sesar transcrustal dan dikontrol struktur skala besar, hanya terbatas atau terpusat dengan karakteristik alterasi karbonatisasi pada batuan pembawa. Kumpulan mineral yang sering ditemukan pada zona alterasi umumnya karbonat, seperti ankerit, dolomit atau kalsit, dan sulfida, seperti pirit, pirotit, atau arsenopirit. Kehadiran metasomatisme alkali menyebabkan proses serisitisasi atau ditemukan (sangat jarang) mineral fuchsite, biotit, atau K-feldspar dan albitisasi, dan mineral mafik yang mengalami kloritisasi tinggi. Amfibol atau diopsid ditemukan pada kerak yang lebih dalam dan mineral karbonat semakin sedikit keberadaannya. Sulfidasi sangat ekstrim pada BIF dan batuan pembawa batuan mafik yang kaya Fe. Berikut ini karakteristik alterasi yang umum dijumpai pada zona alterasi endapan orogenik:
Kloritisasi. Klorit dapat muncul sendiri atau hadir bersama-sama dengan kuarsa atau turmalin dalam bentuk kumpulan mineral. Namun, kehadiran mineral propilitik lain juga sering ditemukan, dan terkadang juga muncul anhidrit. Klorit hasil alterasi hidrotermal seringkali menunjukkan perubahan rasio Fe : Mg yang sebanding dengan jarak dari tubuh bijih. Perkembangan mineral klorit sekunder dapat dihasilkan dari alterasi mineral mafik yang ada pada batuan asal atau dari magnesium dan besi yang ada sebelumnya (Evans, 1993).
Karbonatisasi Alterasi tipe karbonatisasi akanmenghasilkanmineral dolomit yang terbentuk dari aktivitas hidrotermal. Dolomit hasil alterasi memiliki ukuran butir yang lebih kasar (Evans, 1993).
Serisitisasi. Tipe alterasi ini adalah tipe alterasi yang paling sering ditemukan pada batuan yang kaya aluminium, seperti batusabak, granit, dan lain sebagainya (Evans, 1993).
e. Fluida Bijih
Konsep sistem mineral hampir sama dengan konsep sistem minyak bumi, dimana terdapat sumber, migrasi, trap, kontrol struktur dan lapisan pelindung impermeabel (seal), namun konsep sistem mineral lebih kompleks. Faktor geologi mengontrol keterdapan endapan mineral dan serta adanya gaya yang mendorong (mobilisasi) komponen bijih dari sumber yang kemudian terangkut dan terakumulasi ke dalam bentuk konsentrat bijih. Berbagai macam faktor geologi antara lain, sumber energi (sumber panas dan gradien termal dari lingkungan geodinamik) mendorong sistem pada terrane maupun skala regional, sumber larutan mineralisasi, yang mengangkut ligands dan logam dan komponen bijih lainnya, karakteristik jalur migrasi sebagai jalan untuk mengalirkan larutan sehingga sampai pada trap, kontrol struktur dan lapisan penutup (seal) yang impermeabel yang terdapat pada trap atau jebakan, proses kimia dan/atau fisika yang bekerja pada jebakan (Hagemann dan Cassidy, 2000). Penelitian mengenai inklusi fluida pada endapan ini menghasilkan kesimpulan bahwa bijih emas berasal dari fluida dengan salinitas rendah, hampir netral, fluida H2O-CO2±CH4 mengangkut emas berupa sulfur yang tereduksi. Fluida berasosiasi dengan endapan emas inimemiliki konsentrasi CO2 yang tinggi yaitu≥5mol.%. Fluida hidrotermal pada greenstone belt Archaean memiliki isotop tipe 18O sekitar 5–8 permil, sedangkan pada lode gold Phanerozoik lebih tinggi sekitar 2 per mil (Groves et al., 1998). Penelitian juga menunjukkan bahwa fluida bercampur dengan fluida aquaeous-carbonic, yang jelas sangat berbeda dengan endapan emas lain pada umumnya (seperti epitermal, porfiri Cu-Au, VMS). Walaupun demikian beberapa endapan individual menunjukkan pengecualian. Fakta menunjukkan bahwa endapan sinmetamorfik ditemukan pada fasies amfibolit. Ridley et al. (2000, dalam Groves et al., 2003) menunjukkan bahwa fluida diperoleh dari puncak dari proses metamorfosa dan berasal dari sumbersumber yang dalam. Walaupun data mengenai isotop radiogenik dan stabil tersebar secara luas, namun kesimpulan yang pasti mengenai asal dari fluida ini belum dapat dipastikan. Ridley andDiamond (2000, dalam Groves et al., 2003)menyatakan bahwa terdapat beberapa unsur yangmendominasi fluida pada endapat emas orogenik ini, seperti unsurN, Br, Cl, C, dan H, yang memiliki karakteristik isotropik yang dapat memberikan batasan sumber-sumber yang mungkin. Dijelaskan pula bahwa isotop H memperlihatkan kecenderungan perpindahan, kimiaN, Br, dan Cl pada kerak yang lebih dalamtidak diketahui, dan reservoar C dalam bentuk grafit atau alterasi karbonat sepanjang jalur fluida dapat mengubah rasio isotropik. Data yang ditemukan mengenai inklusi fluida, geokimia dan isotropik tidak dapat dibedakan secara jelas antara sumber metamorfik dan magmatik dalam untuk fluida bijih pada sistem emas orogenik (Groves et al., 2003).

Sabtu, 24 Desember 2011

Sederhana tapi tepat sasaran untuk Bencana Alam (Soil Bioengineering)

Assalamu Alaikummm 

maaf baru nambah tulisan, berhubungan dengan kejadian bencana longsor hampir di seluruh wilayah di Sulawesi selatan terkhusus di pelosok2 desa yang sangat jauh untuk dijangkau oleh pemerintah, daripada KECEWA, ni ada trik tradisional yg murah dan sangat tepat menjadi solusi sementara. Sebenarnya metode ini udah lama di perkenalkan oleh ahli - ahli geotek bahkan tanpa disadari beberapa penduduk telah menggunakannya. 

Bencana alam Longsor dipengaruhi oleh tingkat erosi dan kestabilan lereng umumnya terjadi di wilayah – wilayah bertopografi yang bervariasi, curah hujan tinggi dan litologi batuan vulkanik. Tata kota daerah Sulawesi selatan secara menyeluruh belum teratur sehingga membuat letak pemukiman saling berjauhan dan tidak berpusat ke kota membuat biaya mitigasi meningkat. Anggaran dana pemerintah setempat yng minim membuat kita harus berfikir mencari solusi yang tepat dan hemat untuk mitigasi.

Tanah Bioteknologi (biar kedengaran keren disebut Soil Bioengineering, he he he ) menggunakan bahan tanaman hidup untuk memberikan kontrol erosi, lereng dan aliran stabilisasi bank, restorasi bentang alam, dan habitat satwa liar. Teknik ini digunakan sendiri atau dalam hubungannya dengan teknik rekayasa konvensional.

Bioteknologi tanah adalah penggunaan bahan tanaman yang hidup untuk menyediakan beberapa fungsi rekayasa. Bioteknologi tanah merupakan alat yang efektif untuk pengobatan berbagai stabil dan / atau situs mengikis. Tanah teknik bioteknologi telah digunakan selama berabad-abad. Schiechtl (1980) telah mendorong penggunaan bioteknologi tanah dengan berbagai contoh Eropa. Bioteknologi tanah kini secara luas dipraktekkan di seluruh dunia untuk pengobatan erosi dan lereng yang tidak stabil.  
Konsep sederhana metodologi bioteknologi tanah untuk pengontrolan laju erosi dan kestabilan lereng adalah sebagai berikut :
-          Menentukan lokasi penelitian
Penentuan lokasi ini berdasarkan pertimbangan geologi teknik yang merupakan daerah yang tingkat erosinya tinggi dan lereng yang curam lokasi ini dikhususkan pada wilayah – wilayah yang dekat dengan jalan atau pemukiman
-          Perencanaan kontruksi metode yang tepat untuk  kestabilan lereng dengan memperhatikan geometri jenjang dari lereng .


                              modeling perencanaan geometri jenjang

- Penentuan jenis Tanaman yang tepat

Pemilihan tanaman berdasarkan tipe akar yang dihasilkan dari tanaman tersebut kemudian lama waktu berkembangnya tanaman serta tingkat stabilitas lereng yang ingin dikontrol.


                                   Pengontrolan Teknik Toe Log



                             Penggunaan Soil Bioengineering di lapangan












Selasa, 20 September 2011

Siapa saya ??? nda Penting

Assalamu alaikum wr wb

Alhamdulillah setelah sekian lama ngga' Nulis,
beberapa hari ini tidak ada yang spesial selalu bergelut dengan rutinitas yang membosankan padahal saya sadar kalo yang saya inginkan bukan ini.

karakter orang emang berbeda - beda (nihh mungkin dari pengalaman keliling - keliling) tapi anehnya kalau diperhatikan lebih detail kita itu punya banyak persamaan (coba aja fikir) tapi tidak banyak orang yang bisa kenali dirinya sendiri (hhhmmmmmm) padahal khutbah jumat kemaren sdah bantu ingatkan, kalo sebelum mempelajari segala macam ILMU pengetahuan kita harus pelajari dulu 2 Ilmu utama (sebagai basic) mengenal Manusia (Mengenal Diri) dan Mengenal Allah. (lohhh kok jadi ceramah sih) he he he

anehnya banyak manusia yang berusaha membeda - bedakan satu sama lain, padahal kalo difikir itu lebih banyak mudharatnya (hhmmmm aneh) mungkin ngejar kebanggaan, senang lihat orang susah (astaga) naudzubillah

bayangkan saja kalo hal ini udah mendarah daging, turun temurun malahh bahkan ni barang udah kayak penyakit yang tidak bisa disembuhkan, akibatnya semua orang akan sangat mudah marah (kalau hal sepele dibesar2kan tambah pake Ilmu Bacrittt tambah jadi lah tuhh Tumor ganas) tiap malam bakalan ada yang jaga2 untuk siap2 perang dan tiap malam juga akan ada rapat PKI (lampu dimatiiin nyalakan Lilin 1 batang) untuk siap2 buat perang haaaaaaaaaa shiitttttttttt. ngga' bisa ngebayangin kalo kita harus membiasakan diri untuk lihat DARAH, dan tumpukan rumah yang ambrukk habis terbakar.

saya sempat ingat kata dosen favorit saya, kejadiannya kalo ngga' salah saat saya semester 3 (he he he udah lama juga yahhh) Katanya kita itu nda boleh MARAH (dengan nada yang sedikit menekan tangan kirinya memegang sandaran kursi yang berwarna coklat sampai suara kursi memekik suasana ruang kelas berharap peserta kuliah lebih fokuss) Karna MARAH ( sambil menuliskan kata "Marah" di white board hingga menutupi seluruh dinding) kalo dibaca terbalik itu bacanya HARAM (suaranya melemah) (maaf yahh pak kalo kita kurang Attitude).

kita boleh berbeda fisik, suku, bangsa, Agama, pemikiran tapi kita harus sadar Diri kalau kita itu lebih banyak PERSAMAAN dibanding perbedaannya sama2 punya 1 nyawa sama2 mau bahagia dll yang tidak sempat saya sebut satu persatu.

 untuk itu kita semua harusnya bertanya sama Diri kita masing2 "Siapa saya" itu bukan hal yang tidak penting karena dengan mengenal diri anda, maka anda pun akan punya tujuan yang lebih jelas untuk apa anda hidup dan apa usaha yang paling optimal yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan anda (sorry yahh kalo agak serius).

mudah - mudahan pesannya tersampaikan ma orang yang lebih butuh,dan saya salah satu orang yang butuh.


saya sarankan teman2 membuka Blog dibawah :


 SIAPA SAYA ?

Siapa Saya ?

berasal dari satu kata satu hati dan satu perbuatan

wa alaikum salam wr wb

Senin, 15 Agustus 2011

Nothing imposible

Assalamu alaikum wr wb

Tidak mengherankan bila seseorang bisa menjadi seperti apa yang diinginkan,
 hasrat untuk berubah lebih baik selalu membimbingnya
namun apakah mungkin itu terjadi bila keinginanmu tak sejalan dengan perbuatanmu
merasa lebih unggul tapi hanya dari cita - cita dan optimisme harapan
keinginan yang besar dibarengi dengan ketakutan dan keragu - raguan yang sangat besar
bukankah Allah SWT mengingatkan kita kalau keragu-raguan adalah sikap setan
tapi tergesa-gesa juga merupakan sifat SETAN

pernah engkau coba melangkah kedepan dengan sangat TEGAP
karena memang persiapan telah MATANG
management di atas segalax tapi harus dibarengi keyakinan dan doa
sepanjang kita yakin maka Gunung pun dapat kita pindahkan
bukan hal yang tidak mungkin bila engkau mencoba memindahkan tiap kerikil - kerikilx tiap hari

menjemput harapan dengan bersungguh - sungguh dan berdoa

                        NOTHING IMPOSIBLE
   

Selasa, 21 Juni 2011

Segala Medan Di Pulau Wetar

Assalamu alaikum Brother n sister

nih hari sy ceritakan pengalaman saya Eksplorasi Emas di Wetar.

Pulau Wetar merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang terletak di Laut Banda dan berbatasan dengan negara Timor Leste dengan kordinat 7° 56′ 50″ LS, 126° 28′ 10″ BT.  Itu kalo teman2 lihat dari wikipedia, bagi saya wetar memang pulau yang sangat terluar perlua perjalanan panjang itu saat pertama kali saya berangkat menuju Pulau Wetar.

Pulau Wetar juga pulau yang sangat dikenal dengan Pulau yang kaya akan mineral Emas (Lo cari aja di semua website berhubungan dengan informasi di Wetar).

1 minggu sebelum saya berangkat ke Wetar semua informasi kami kumpulkan untuk persiapan Eksplorasi ke pulau terluar itu (mulai dari wikipedia, kaskus hingga semua Alumni yang pernah ke Wetar pun kami cari untuk dapatkan banyak Informasi pendahuluan),
Geologi Regional, Sosial masyarakat yang beraneka ragam, morfologi yang luarbiasa "cantik" hingga Flora dan "Fauna"x kami dapatkan.

tiba hari dimana kami menuju ke Bandara Hasanuddin





 2 jam dalam pesawat siuuppppp tiba deh di Jakarta, Pukul 22.00 WIB maklumlah pesawat sempat Delay waktu di MKS, kami langsung ke Hotel Sriwijaya (T4 yang sudah dipesan gitu katax ).

semalaman kami nginap, besok pagix setelah sarapan kita langsung bagi job untuk beli alat (Palu Geologi, Kompas dll) tersebarlah qta ada yg ke Jakindo ada ke Glodok untuk shooping he he he.

sore hari itu qta langsung ke bandara menuju ke Kupang.


nginap di hotel kurang lebih 1 minggu (rencana cuman 2 malam saja) biasa persoalan Tim Humas yg kurang tepat memberikan informasi, kapal yang kami kejar ternyata udah berangkat 2 hari yang lalu dan mungkin 2 minggu lagi  baru nyandar di Kupang. Setelah persiapan kami anggap matangkami mengambil keputusan akan berangkat dengan kapal kecil berhubung padatx Schedule kami masing2 dari tim Geos, (Sok sibuk sekaliii )

Port Kupang
3 hari 3 malam terombang - ambing di laut lepas (Laut Banda) sesekali kapal kecil berukuran 4 x 12 m ini berciuman mesra dengan Laut Lepas sampe kita panik n langsung make Pelampung (wuuuuhhhh awak kapal dengan santainya menertawai kamii) mirip2lah kayak di TK yang diajari make pelampung yang benar he he he


malam k3 kami tiba di Pulau wetar karena kami agak pusing untuk cari t4 sandar kapalx jadi keputusanx kita nginap deh di kapal, 


hari 1 Eksplorasi di Wetar bersama Tim Geos n porter


kondisi medan untuk eksplorasi dihitung kami Moving sebanyak 4 kali 



mengenai habitat yang ada di Pulau wetar memang itu bukan sekedar cerita semua serba Purba kata ka' Iwan Kasema Laba2, Buaya, Ular, dll apa lagi Florax mmmm nda bisa digambarkan nih lihat sendiri 



Gmana nggak Purba tuhhh,

kalo teman2 sering dengar kata SEGALA MEDAN itu ternyata BUKAN dongeng, mimpi, ato Fiktif belaka makax kita sebagai GEOLOGIST harusx mulai siap2

Senin, 16 Mei 2011

Mineral Logam

Assalamu alaikum

nih hari saya mau bagi bahan kuliah dasar mengenai jenis mineral logam, maklum beberapa hari ini saya bergelut di mineral logam dari macam-macam daerah, mudah - mudahan membantu, untuk berbicara mengenai mineral logam kita baikx ketahui tentang "Apa itu Mineral LOGAM".

Mineral logam adalah  mineral yang mengandung unsur logam atau agregatx

Mineral  logam dapat dikelompokan dalam 4 (empat) kelompok utama yaitu :

1. Kelompok Logam Dasar
Logam yang umum terdapat dan secara kimia lebih aktif, misalnya : Tembaga (Cu), Timbal/Timah Hitam (Pb), Timah (Sn) dan Seng (Zn) dan lain-lain.

2. Kelompok Logam Mulia
Logam yang secara ekonomis sangat berharga dan banyak dibutuhkan, terdiri dari : emas (Au), Perak (Ag) dan Platina (Pt). Dalam kedua kelompok ini satu sama lain selalu berkaitan, bisa dalam bentuk urat maupun dalam bentuk sebaran dalam batuan, khusus untuk emas selain terkemas dalam bentuk urat, biasanya dalam urat kuarsa, juga bisa terdapat sebagai emas alluvial yang tersebar di bekas undak-undak sungai tua atau tersebar di endapan pasir sungai yang masih aktif. Logam Dasar dan Logam Mulia yang terbentuk dalam urat biasanya di Indonesia khususnya terjadi dalam lingkungan batuan gunungapi dan populer disebut Emas Epitermal. Sudah barang tentu disebut demikian setelah memenuhi kriteria-kriteria pembentukkannya.

3. Kelompok Logam Jarang
Logam yang secara relatif, ditemukan dalam jumlah sedikit dan tersebar di bumi. Unsur-unsur logam ini, jarang ditemukan terkonsentrasi dalam jumlah banyak. Beberapa diantaranya adalah :Lithium (Li), Yurium (Y), Zirconium (Zr), Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements; unsur yang mempunyai Nomor Atom 57 s.d. 71), Indium (In), Cadmium (Cd) dan lain-lain. Kegunaan  unsur-unsur logam jarang umumnya untuk teknologi tinggi seperti : barang elektronik, katalis dalam pengolahan minyak bumi, keramik tahan panas dan lain-lain.

4. Kelompok Mineral Logam Besi dan Campuran Besi
Logam yang lazim digunakan dalam industri besi dan campurannya, seperti : Besi (Fe), Kobal (Co), Kromit (Cr), Mangan (Mn) dan  lain-lain - Bakosurtanal

Senin, 04 April 2011

Wajah Kelasku

Akumulasi suasana sepi dan ramai di kursi belakang, terdengar ciut kursi belakang yang digerak – gerak dengan sengaja untuk menimbulkan suara aneh ditengah percakapan egoisme dan kebohongan antara kami, terfikir olehku dunia sempit, tak fokus nan hampa, merasa mengejar bayangan kebahagiaan yang tak terdefenisikan. Banyak karakter dalam ruangan besar ini yang bisa membuatku menilai sesuatu. Persetan dengan topik pembicaraan mereka yang dianggapnya sangat penting dalam kehidupan yang tak sadar kalau yang mereka cari tak ada disini.

Tiba – tiba seorang pria yang kami hormati datang sejenak menenangkan ku dan menjadi fokus perhatian, sosok kecerdasan dalam lingkungan yang berpendidikan tapi rendah hati walaupun diantara mereka yang congkak akan title palsunya meremehkan dia tapi itu semua tak dihiraukannya.

Kedatangan orang yang kami tunggu – tunggu memberikan ekspresi lain di wajah para sahabatku tergambarkan abstrak dengan tingkahnya yang tak beraturan, seolah – olah girang dengan sedikit menekukkan alisnya. Ucapan asma Allah SWT menjadi pembuka materi, membuatku fokus pada pesan – pesan yang substansial, pembicaraan dua arah pun dimulai dengan tensi yang luar biasa semangat yang berapi – api berharap emosional dari pemahamanku tersampaikan, argumenku pun tersampaikan sesekali tanganku menekan keras ke meja coklat penuh coretan sang penerus bangsa, tiba – tiba diantara mereka yang merasa punya power berusaha menguasai forum tekanan suara yang keras terlontarkan pedis berharap tanganku melemah dan pandangan yang tajamku tidak memandang mangsa tanpa sadar kalau yang mereka lakukan saat itu adalah penindasan pemikiran yang tak beralasan, tanganku pun melemah menghormati keinginannya tapi  tetap kulanjutkan dengan irama yang berbeda berharap pesanku tersampaikan jelas dan tegas.

Begitulah wajah pendidikan yang bekerja saat ini, pertanyaannya apakah anda akan mengikuti alur sambil berharap tak ada rintangan menuju tujuan mereka yang semu atau melawan arus tetap hidup dan kuat bagai Pohon Jati

Jumat, 01 April 2011

Inklusi Fluida

Assalamu alaikum wr wb

Berbicara tentang analisis laboratorium untuk mineral dan batuan tak jarang kita menemukan inklusi - inklusi fluida dalam sampel Microscopis, maka dari itu Inklusi Fluida merupakan salah satu studi yang menarik untuk dibincangkan, bagaimana tidak inklusi fluida untuk geologi mempunyai peranan berupa pemberian catatan yg unik yang bertanggungjawab dalam proses pembentukan dan evolusi batuan dan mineral sepanjang sejarah bumi.

Beberapa pengertian mengenai inklusi fluida menjelaskan bahwa Inklusi fluida adalah tetesan kecil cairan yang telah terperangkap di dalam kristal, baik selama pertumbuhan primer dari solusi atau pada beberapa tahapan kemudian, biasanya sebagai akibat dari rekristalisasi sepanjang microfractures sembuh. Inklusi ini (terutama yang primer) terbentuk bersamaan dengan mineral yang memperangkapnya, sehingga karakteristik fisik/kimia dari larutan pembawa mineral tersebut akan mempunyai kemiripan dengan larutan yang terperangkap sebagai inklusi fluida. Dengan demikian, inklusi fluida dapat digunakan antara lain untuk mengetahui lingkungan fisika dan kimia pembentukan endapan bijih; suhu, tekanan, dan komposisi larutan hidrotermal, menentukan batas boiling, evolusi suhu dan tekanan pada cekungan minyak bumi (khusus pada inklusi fluida yang mengandung minyak bumi) dan membuat zonasi suhu pada eksplorasi geotermal.

 

 Contoh Inklusi Fluida pada Batupasir

Perkembangan ilmu pengetahuan dan alat bantu yang semakin baik memberikan dampak kepada variabel pengamatan yang semakin lebar dan semakin spesifik, misalnya mikroskop dengan sinar inframerah atau kathodoluminescens dapat digunakan untuk mengamati mineral yang tidak dapat ditembus/dibedakan dengan cahaya biasa atau terpolarisasi. Sebagai contoh pengamatan inklusi fluida pada pirit hanya dapat dilakukan dengan sinar inframerah karena pirit bersifat isotropik yang tidak dapat ditembus baik oleh sinar biasa maupun terpolarisasi, atau penentuan zonasi perkembangan kristal atau retakan mikro sangat mudah dengan menggunakan sinar kathode luminescens.

Adapun contoh Studi Inklusi Fluida sebagai berikut
Studi Inklusi Fluida terhadap mineralisasi Tungsten A-Emas, Latupa, Kab. Luwu. Sul-Sel

Rabu, 02 Februari 2011

Potret kehidupan Kacamata Rahmat

Assalamu Alaikum Sorry Fren lama tak nulis lagi, biasa masalah klasik he he he nah kemaren tepatnya Bulan Desember kemaren saya melihat salah satu wajah Dunia kerja geologist.

berjalan di lengan sebelah kanan Sulawesi membuat saya lebih mengenal Arti hidup dan pastinya kita memiliki kacamata sendiri - sendiri untuk hal ini.

Pukul 01.00 Wita di Teluk lengan sebelah kanan Sulawesi kami 1 tim (Saya dan Dzul) disambut heningnya malam dan sesekali angin sepoi2 menyapu badan kami, tak banyak yang kami bisa katakan dalam kondisi tubuh yang belum prima bangun dari tidur kami dan keluar dari kendaraan roda empat yang cukup elegan, 5 Rumah di hadapan kami gelap dan semuanya tak bersuara.

Pagi haripun datang setelah saya melakukan kewajiban saya sebagai Makhluk ciptaan Allah SWT, saya keluar menuju teras sambil membawa secangkir teh hangat dan buku catatan yang dilengkapi pulpen Hitam dengan penutupnya, setibanya di teras saya disambut Hamparan Lautan biru yang indah dengan buih2 ombak yang halus yang dikelilingi pegunungan Hijau yang tinggi prediksi saya ketinggian < 500 m disekeliling kami,ternyata bukan saya saja yg melihat mentari begitu indah saat itu semua penduduk lokal yang menggantung kehidupannya pada hasil laut pun telah sibuk2 dengan kendaraan roda dua masing2.

sang mentari kami sambut dengan diskusi manajemen Eksplorasi semua geologist baik senior maupun junior punya hak status sama,

Bapak Eko Budi harsoyo (Geologi UPN, 82) Akrabnya dipanggil pak Budi, Dzul biasa memanggilnya Babeh (maklum Udah berumur) kami sangat menghormatinya, pak Budi membimbing kami dengan pengalamannya.

jam kerja 06.30 wita sampai pukul 16.30 wita dan Hari jumat merupakan hari Libur kami. Eksplorasi berlangsung aman hingga minggu kedua kami memasuki wilayah yang pemilik tanahnya tidak mengijikan kami masuk, Pola pikir masyarakat setempat sangat mempengaruhi kelancaran Eksplorasi kami. konflik internal perusahaan mempengaruhi loyalitas para elit perusahaan juga mempengaruhi kami tapi KAMI PROFESIONAL, partai nonblok tepatnya (he he he Sorry begitulah hidup mereka saling jotos untuk mendapatkan posisi, Berjalan kedepan dengan menarik teman yang ada didepan atau naik ke puncak dengan menginjak tangan seorang teman) maaf yah kalo nyinggung.

Tiap sore di jam istirahat saya mencari kesibukan supaya tidak ngeboseninn nyapu halaman rumah, dan main kartu sama penduduk setempat. mandi di sungaiiii tempat favorit saya sejuk, Asri dan naturall. terkadang saya cuman duduk - duduk menulis kegiatan keseharian sambil natap bunga desa (cihuiiiii, Santanna ramlahhhhh) he he he sambil berdoa moga dapat Jodoh disini. Amiiiiiiin

3 minggu telah berlalu awalnya lancar - lancar saja, namun konflik dengan salah satu tuan tanah di lokasi Eksplorasi mengharuskan saya sedikit berpolitik, menghilang dari lokasi untuk eksplorasi di tempat lain (Baturube, Koloatas dan kolobawa) menjadi next target 5 hari dan berharap para elit perusahaan sudah punya pertimbangan dengan kondisi real di lapangan, yang tentunya juga menerima saran dari kami Tim geologist.

Next lokasi menjadi sangat baru karena kita butuh sosialisasi ulang kependuduk setempat, wal hasil mereka sangat terbuka dan menunggu kelanjutan tahapan eksplorasi. Pola pemikiran disini pun agak berbeda, kasusnya pun agak berbeda, kecemburuan sosial dari penduduk mempengaruhi management lapangan karena semua penduduk berebutan untuk berpartisipasi dalam rangkaian eksplorasi awal, maklum lapangan pekerjaan yang sangat minim dan antusias para pemuda untuk bekerja sangat kurang menjadi perhatian saya disore hari berfikir untuk temukan jalan keluar terbaik bagi mereka (Agen of Social Control and bla bla bla).

Selama 4 hari kami melakukan Eksplorasi di daerah Baturube Alhamdulillah kami bias menginterpretasi seberapa besar prospek 2 lokasi di IUP eksplorasi yang kami pegang dengan melihat beberapa tespit dan mineral2 penciri Zona Saprolite.

Saya dan Dzul pun kembali ke lokasi Lambolo Blok untuk melanjutkan Tanggung jawab kami sebagai Geologist perjalanan kami tempuh selama 8 jam menggunakan transportasi laut.
Selama perjalanan saya pun termenung melihat betapa indahnya ciptaan Allah SWT, pegunungan na hijau sepanjang pinggiran teluk ini dengan suasana yang sangat ramah sempat terlintas dibenak saya bagaimana kondisi beberapa tahun kemudian setelah kedatangan banyak perusahaan tambang yang akan mengelola seluruh wilayah ini.

Saya pun melanjutkan tugas saya dengan membuat Drill Hole Plan di ARC GIS 9.3 dan Situasi Tambang yang kekinian dengan memperhatikan seluruh aspek seperti :
- Aspek Sosial politik yang berkembang di warga
- Aspek Ekonomi
- Aspek Geologi

3 minggu 5 hari telah berlalu melihat perjanjian kami sewaktu di Makassar kalo waktu kerja kami hanya 1 bulan saya pun cukup senang karena Rinduq pada kondisi kampus terkhusus pada sahabat2 saya di Bung (ACO, Bob, Kodok, Ohang).
Saya pun kembali ke Makassar 4 hari kemudian, selama perjalanan kami cukup Rileks walaupun beberapa saat banyak hal2 lucu yang sebenarnya agak menjengkelkan karena Bus yang kami tumpangi ternyata bermasalah dengan AC (maklumlahhh kepulangan kami ke Makassar sangat terburu2 jadi kami cukup ikhlas dengan kondisi itu) lagian kami juga cukup enjoy terlebih lagi saat “Dia” menghubungikuu (cihuiiiiiii) saya saja heran, bagai sayur tanpa garam kehidupan kalo ngga’ ada Liku2 cintanya nggak Seruuu (Betullkan Guyssss)

Nah itu sedikit gambaran Potret Kehidupan dibeberapa wilayah yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh Pertambangan, mungkin teman2 pembaca punya pendapat sendiri mengenai Efek pertambangan terhadap social masyarakat setempat atau teman2 punya kisah tersendiri setelah terlibat dengan pertambangan.
so guys itu semua tergantung bagaimana cara menjalani semua itu dan hal itu juga yang akan menunjukkan bagaimana kepribadian ANDA sebenarnya . . .. . . .
Wassalam

Senin, 31 Januari 2011

Mengejar Smelter untuk Tahun 2014

Assalamu Alaikuuuum

Pasti teman - teman sudah tahu hasil dari UU Minerba 2009 kemarin, banyak prokontra dengan hasil itu menurut beberapa Pengusaha yang terjung dibidang pertambangan merasa rugi tapi ada pula yang berfikir sebaliknya.


Pasal 110 dan Pasal 117 UU Minerba yang baru menyebutkan bahwa perusahaan tambang mineral wajib untuk memurnikan hasil tambangnya di dalam negeri dalam waktu maksimal lima tahun sejak aturan tersebut diundangkan.

Hal ini sempat memecut para investor lokal yang baru terjun dalam bidang ini, karena biayanya hampir mencapai USD 500 juta seperti yang dirasakan PT. Smelting Gresik tapi itu dulu itupun Skalanya besar, saat ini Pembangunan Smelter dengan skala kecil hingga menengah dengan biaya yang relatif lebih murah USD 20 - 100 Juta. (tergantung jenis Logamnya )

sejak saat UU Minerba di sahkan para Investor Lokal pun memutar kembali otak mereka agar dapat memiliki Biaya Investasi untuk membangun  Smelter pada waktu yang telah ditetapkan.

Mengacu pada undang undang dasar 1945 kalau hasil kekayaan alam yang terdapat di Indonesia harus kembali kepada Rakyat Indonesia, para pemerintah sebaiknya mendukung para investor - investor lokal dengan mengoptimalkan kinerja mereka yang di dukung oleh SDM yang baik, persoalan managemen sangatlah penting untuk membangun perusahaan - perusahaan lokal dalam negeri.

teman - teman harus paham kalau Geologist punya Peranan penting dalam mengembalikan kekayaan Alam negeri kita agar kembali ke Rakyat Indonesia. Kita Negara yang besar dan untuk mengurusnya perlu Jiwa yang Besar dan Kalau Bukan kita Siapa lagi yang harus Peduli.

Minggu, 02 Januari 2011

PETROLOGI BATUAN METAMORF

Senin, 06 Desember 2010

Laterite Profile

Assalamu Alaikum Wr wb.

Kawan - kawan berbicara mengenai Laterite pasti sangat akrab dengan beberapa faktor pembentuk Laterite salah satunya yaitu Batuan dasar berupa Batuan Ultrabasa nahh kalo sudah gini kita tinggal perhatikan faktor2 yang lainnya, kalo teman2 belum pernah melihat langsung profil Nikel Laterite di Lapangan teman2 bisa perhatikan gambaran umum profil dibawah serta penjelasannya tiap lapisan.

Secara umum endapan Nikel laterit dibedakan menjadi beberapa bagian lapisan (Elias, et al., 1981) yaitu :

a. Tanah penutup (Overburden ).
Merupakan bagian yang paling atas dari suatu penampang laterit. Komposisinya adalah akar tumbuhan, humus, oksida besi dan sisa-sisa organik lainnya. Warna khas adalah coklat tua kehitaman dan bersifat gembur. Kadar nikelnya sangat rendah sehingga tidak diambil dalam penambangan. Ketebalan lapisan tanah penutup rata-rata 0,3 s/d 6 m.


b. Limonit
Merupakan hasil pelapukan lanjut dari batuan beku ultrabasa. Komposisinya meliputi oksida besi yang dominan, goethit, dan magnetit. Ketebalan lapisan ini rata-rata 8-15 m. Dalam limonit dapat dijumpai adanya akar tumbuhan, meskipun dalam persentase yang sangat kecil. Kemunculan bongkah-bongkah batuan beku ultrabasa pada zona ini tidak dominan atau hampir tidak ada, umumnya mineral-mineral di batuan beku basa - ultrabasa telah terubah menjadi serpentin akibat hasil dari pelapukan yang belum tuntas.

c. Saprolit
Zona ini merupakan zona pengayaan unsur Ni. Komposisinya berupa oksida besi, serpentin sekitar ;0,4% kuarsa magnetit dan tekstur batuan asal yang masih terlihat. Ketebalan lapisan ini berkisar 5-18 m. Kemunculan bongkah-bongkah sangat sering dan pada rekahan-rekahan batuan asal dijumpai magnesit, serpentin, krisopras dan garnierit. Bongkah batuan asal yang muncul pada umumnya memiliki kadar SiO2 dan MgO yang tinggi serta Ni dan Fe yang rendah.

c. Batuan dasar (Bedrock ).
Batuan dasar merupakan batuan asal dari nikel laterit yang umumnya merupakan batuan beku ultrabasa yaitu harzburgit dan dunit yang pada rekahannya telah terisi oleh oksida besi 5-10%, garnierit minor dan silika > 35%. Permeabilitas batuan dasar meningkat sebanding dengan intensitas serpentinisasi.

Saran nih Bro kalo mau lebih fokus ama hal2 yang berbau Nikel Laterite :

Boleh paham secara teori mengenai laterite tapi harus lebih sering ke Lapangan (Kondisi Lapangan akan sangat berbeda dengan teori yg dipelajari. nah sarannya itu dulu yahh kalo yg lainnya baiknya nanti diskusi lebih lanjut See yaa

Minggu, 28 November 2010

Formasi Tonasa

Assalamu Alaikuuum nih hari saya coba bedah dikit mengenai Formasi Tonasa. Salah satu Formasi (Pengelompokan Satuan batuan) penyusun daerah Sulawesi Selatan yang juga diusulkan oleh Pak Rab Sukamto.


Nama Formasi ini diambil dari nama daerah di Kecamatan Balocci, Secara teratur Formasi ini tersusun atas tiga bagian, yaitu :
Bagian atas         : Batugamping Massif sisipan napal
Bagian bawah     : batugamping massif yang mengandung fosil Foram besar dan berlapis, terdapat juga sisipan breksi dan batugamping pasiran
Bagian tengah     :Sisipan batulempung dan batupsir yang mengandung fosil mollusca yaitu jenis Gastropoda.

Batugamping formasi Tonasa dengan karakteristik berwarna abu – abu putih, tekstur klastik dengan fosil Foraminifera alga, mikrit.
Hubungan stratigrafi Formasi Tonasa dengan bagian atas yaitu tidak selaras dengan Formasi Camba dan bagian bawahnya selaras dengan Formasi Mallawa, dengan kenampakan Basal konglomerat di daerah lapali haling.
Berdasarkan analisis fosil planktonik berupa hankenina Alabamensis CHUSMAN, maka umur formasi ini yaitu Eosen Atas, sedangkan dari Fosil Bentoniknya maka Lingkungan Pengendapannya yaitu Neritik Luar.
Nah dari hasil pembedahan Formasi ini maka mungkin akan sedikit membantu menjelaskan ciri khas Formasi ini, yaitu jenis batugamping Massif dan sisipan batuan lainnya, kalo teman2 perhatikan jenis Batugamping Tonasa memiliki ciri fisik yang khas untuk formasi ini tentunya akan mempengaruhi pembentukan endapan karbonatnya, terimakasih

Sabtu, 20 November 2010

Formasi Mallawa

ni hari saya coba deskripsikan salah satu formasi di daerah Sulawesi Selatan, Formasi Mallawa nama Formasi ini diambil dari nama desa yang ditemukan urutan – urutan formasi ini dengan ciri – ciri litologi berupa lapisan batubara.



Formasi ini tersusun oleh beberapa batuan yaitu : 

  • Batupasir kuarsa : terdiri atas mineral kuarsa, lempung dan silica yang berwarna outih abu – abu terang pelapukan berwarna merah, porositas sedang – kasar terpilah baik dengan struktur sedimen Hearing Bone.
  • Batupasir : terdiri dari fragmen batuan dan kuarsa sebagai bahan pembentuk matriks lempung semen silica, berwarna abu – abu hijau sampai hitam pelapukan berwarna merah karat, brittle porositas sedang dengan struktur parallel laminasi
  • Batulanau : berwarna abu – abu terang pelapukan berwarna merah karat mengandung mineral gypsum dengan porositas sedang dengan struktur laminasi, micro cross laminasi
  • Batulempung : berwarna abu – abu terang berisi mineral pyrite dengan konkresi batulempung
  • Batugamping pasiran : fragmen fosil mollusca, foram besar, kuarsa, feldsfar dan karbonat semen karbonat yang rekahannya berisi mineral kalsit
  •  Batubara : dengan warna hitam terdapat pula pyrite besi lembpung yang komposisinya karbonat

Hubungan stratigrafi dengan formasi di atasnya selaras dengan Formasi Tonasa dan dengan di bawahnya selaras dengan Formasi Balang Baru, Umur Formasi Eosen Bawah, dimana dijumpai Fosil Plankton, berdasarkan Fosil Bentoniknya berupa Batalia Luscarii dan quincuela culina maka lingkungan pengendapan Formasi ini Neritik dangkal (0 – 50 m), Bandy, 1964.

Jumat, 19 November 2010

Aspal (Asphalt)

Assalamu alaikuum baik2jiq komandan ?? he he he seingat saya 2 minggu yang lalu ada seorang teman bertanya mengenai judul spesifikasi, truss sy bertanya balik katanya dia ingin coba  ambil judul Aspal Buton. Maklumm karena ilmu masih dangkal saya tidak bisa beri masukan banyak mengenai judulnya, nah ini hari saya bantu deh bagi teman2 yang ingin tahu secara umum apa sih itu Aspal.
 

Aspal berasal dari bahasa inggris berupa Asphalt atau pitch yang artinya bahan lekat, merupakan senyawa kimia yang kompleks dengan komponen utama Hidrogen dan Karbon dengan sedikit Belerang dan Nitrogen, berwarna coklat tua sampai hitam komponen berupa Bitumen padat/setengah padat, sifatnya yang termoplastik dan Viskoplastik yaitu melunak dan mencair bila dipanaskan atau dibebani dalam waktu yang lambat atau mengental dan memadat serta elastic bila didinginkan atau dibebani dalam waktu yang singkat, dengan titik lebur 145 – 210 0 F, Material ini larut dalam karbon disulfide tahan air dan Asam.


Aspal dapat digunakan sebagai bahan perekat batu dan bata untuk bangunan atau perekat agregat kerikil, juga dapat digunakan sebagai landasan peswat terbang, pelapis untuk bahan yang tahan air dll.

Aspal terdiri dari dua jenis : 
  • Aspal Alam 
  • Aspal Industri
Aspal alam merupakan aspal yang terbentuk secara alami oleh proses geologi sedangkan aspal Industri merupakan aspal yang terbentuk residu dalam proses pengilangan minyak.
Genesa aspal alam dalam teori lama itu akibat fraksinasi minyak mentah dalam reservoir atau batuan yang mengandung minyak atau dekat permukaan bumi secara alami dan berlangsung lambat.
Teori modern yang berkembang aspal alam megnalami pengurangan sejumlah n Alkana sehingga mengalami degradasi oleh bakteri, perubahan oleh mikroorganisme ini membutuhkan sulfurisasi yang banyak akibatnya minyak mentah menjadi padat yang disebut Aspal Alam.

Keterdapatan
Endapan Aspal biasanya ditemukan dalam bentuk kolam atau danau yang dapat dijumpai dibeberapa Negara seperti Yunani, Rusia, Perancis dan Kuba, danau aspal terbesar adalah Bermudez pitch Lake di Venezuela seluar 1000 acre (1 acre = 0,465 Ha) dengan kedalaman umum 5 feet.


Aspal yang terletak di Pulau Buton Sulawesi Tenggara, endapan Aspal terdiri dari 24 lokasi endapan dengan cadangan terkira 60 juta ton dengan kadar aspal 15 – 35 % aspal, aspal yang ditambang secara tambang terbuka. Menghasilkan pula aspal Industri yang terdiri dari Aspal Residu – langsung, aspal Encer dan Aspal Oksidasi. Dikenal pula Aspal Sintetis berupa aspal yang paling diminati dengan kadar yang sesuai keinginan. 

Kalo mau bahan bacaan mengnai Aspal Buton nih tinggaal Download Gratis kok

Aspal Buton



Berikut tabel Cadangan Terkira dari Aspal Buton (ASBUTON)
Endapan
Cadangan terkira
(000 ton)
Kadar Aspal
(%)
Waisu
100
35
Kabungka
60.000
15 – 35
Winto
3.200
25 – 35
Wariti
600
30
Lawele
100.000
15 - 30
 Data berasal dari Buku tahunan Dinas Pertambangan dan energy Indonesia,1998



nah menurut teman2 judul apa yg mantap dijadikan spesifikasi yang berkaitan dengan Aspal he he he he ???


Wa alaikum salam Wr wb