Selasa, 21 Juni 2011

Segala Medan Di Pulau Wetar

Assalamu alaikum Brother n sister

nih hari sy ceritakan pengalaman saya Eksplorasi Emas di Wetar.

Pulau Wetar merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang terletak di Laut Banda dan berbatasan dengan negara Timor Leste dengan kordinat 7° 56′ 50″ LS, 126° 28′ 10″ BT.  Itu kalo teman2 lihat dari wikipedia, bagi saya wetar memang pulau yang sangat terluar perlua perjalanan panjang itu saat pertama kali saya berangkat menuju Pulau Wetar.

Pulau Wetar juga pulau yang sangat dikenal dengan Pulau yang kaya akan mineral Emas (Lo cari aja di semua website berhubungan dengan informasi di Wetar).

1 minggu sebelum saya berangkat ke Wetar semua informasi kami kumpulkan untuk persiapan Eksplorasi ke pulau terluar itu (mulai dari wikipedia, kaskus hingga semua Alumni yang pernah ke Wetar pun kami cari untuk dapatkan banyak Informasi pendahuluan),
Geologi Regional, Sosial masyarakat yang beraneka ragam, morfologi yang luarbiasa "cantik" hingga Flora dan "Fauna"x kami dapatkan.

tiba hari dimana kami menuju ke Bandara Hasanuddin





 2 jam dalam pesawat siuuppppp tiba deh di Jakarta, Pukul 22.00 WIB maklumlah pesawat sempat Delay waktu di MKS, kami langsung ke Hotel Sriwijaya (T4 yang sudah dipesan gitu katax ).

semalaman kami nginap, besok pagix setelah sarapan kita langsung bagi job untuk beli alat (Palu Geologi, Kompas dll) tersebarlah qta ada yg ke Jakindo ada ke Glodok untuk shooping he he he.

sore hari itu qta langsung ke bandara menuju ke Kupang.


nginap di hotel kurang lebih 1 minggu (rencana cuman 2 malam saja) biasa persoalan Tim Humas yg kurang tepat memberikan informasi, kapal yang kami kejar ternyata udah berangkat 2 hari yang lalu dan mungkin 2 minggu lagi  baru nyandar di Kupang. Setelah persiapan kami anggap matangkami mengambil keputusan akan berangkat dengan kapal kecil berhubung padatx Schedule kami masing2 dari tim Geos, (Sok sibuk sekaliii )

Port Kupang
3 hari 3 malam terombang - ambing di laut lepas (Laut Banda) sesekali kapal kecil berukuran 4 x 12 m ini berciuman mesra dengan Laut Lepas sampe kita panik n langsung make Pelampung (wuuuuhhhh awak kapal dengan santainya menertawai kamii) mirip2lah kayak di TK yang diajari make pelampung yang benar he he he


malam k3 kami tiba di Pulau wetar karena kami agak pusing untuk cari t4 sandar kapalx jadi keputusanx kita nginap deh di kapal, 


hari 1 Eksplorasi di Wetar bersama Tim Geos n porter


kondisi medan untuk eksplorasi dihitung kami Moving sebanyak 4 kali 



mengenai habitat yang ada di Pulau wetar memang itu bukan sekedar cerita semua serba Purba kata ka' Iwan Kasema Laba2, Buaya, Ular, dll apa lagi Florax mmmm nda bisa digambarkan nih lihat sendiri 



Gmana nggak Purba tuhhh,

kalo teman2 sering dengar kata SEGALA MEDAN itu ternyata BUKAN dongeng, mimpi, ato Fiktif belaka makax kita sebagai GEOLOGIST harusx mulai siap2

Senin, 16 Mei 2011

Mineral Logam

Assalamu alaikum

nih hari saya mau bagi bahan kuliah dasar mengenai jenis mineral logam, maklum beberapa hari ini saya bergelut di mineral logam dari macam-macam daerah, mudah - mudahan membantu, untuk berbicara mengenai mineral logam kita baikx ketahui tentang "Apa itu Mineral LOGAM".

Mineral logam adalah  mineral yang mengandung unsur logam atau agregatx

Mineral  logam dapat dikelompokan dalam 4 (empat) kelompok utama yaitu :

1. Kelompok Logam Dasar
Logam yang umum terdapat dan secara kimia lebih aktif, misalnya : Tembaga (Cu), Timbal/Timah Hitam (Pb), Timah (Sn) dan Seng (Zn) dan lain-lain.

2. Kelompok Logam Mulia
Logam yang secara ekonomis sangat berharga dan banyak dibutuhkan, terdiri dari : emas (Au), Perak (Ag) dan Platina (Pt). Dalam kedua kelompok ini satu sama lain selalu berkaitan, bisa dalam bentuk urat maupun dalam bentuk sebaran dalam batuan, khusus untuk emas selain terkemas dalam bentuk urat, biasanya dalam urat kuarsa, juga bisa terdapat sebagai emas alluvial yang tersebar di bekas undak-undak sungai tua atau tersebar di endapan pasir sungai yang masih aktif. Logam Dasar dan Logam Mulia yang terbentuk dalam urat biasanya di Indonesia khususnya terjadi dalam lingkungan batuan gunungapi dan populer disebut Emas Epitermal. Sudah barang tentu disebut demikian setelah memenuhi kriteria-kriteria pembentukkannya.

3. Kelompok Logam Jarang
Logam yang secara relatif, ditemukan dalam jumlah sedikit dan tersebar di bumi. Unsur-unsur logam ini, jarang ditemukan terkonsentrasi dalam jumlah banyak. Beberapa diantaranya adalah :Lithium (Li), Yurium (Y), Zirconium (Zr), Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements; unsur yang mempunyai Nomor Atom 57 s.d. 71), Indium (In), Cadmium (Cd) dan lain-lain. Kegunaan  unsur-unsur logam jarang umumnya untuk teknologi tinggi seperti : barang elektronik, katalis dalam pengolahan minyak bumi, keramik tahan panas dan lain-lain.

4. Kelompok Mineral Logam Besi dan Campuran Besi
Logam yang lazim digunakan dalam industri besi dan campurannya, seperti : Besi (Fe), Kobal (Co), Kromit (Cr), Mangan (Mn) dan  lain-lain - Bakosurtanal

Senin, 04 April 2011

Wajah Kelasku

Akumulasi suasana sepi dan ramai di kursi belakang, terdengar ciut kursi belakang yang digerak – gerak dengan sengaja untuk menimbulkan suara aneh ditengah percakapan egoisme dan kebohongan antara kami, terfikir olehku dunia sempit, tak fokus nan hampa, merasa mengejar bayangan kebahagiaan yang tak terdefenisikan. Banyak karakter dalam ruangan besar ini yang bisa membuatku menilai sesuatu. Persetan dengan topik pembicaraan mereka yang dianggapnya sangat penting dalam kehidupan yang tak sadar kalau yang mereka cari tak ada disini.

Tiba – tiba seorang pria yang kami hormati datang sejenak menenangkan ku dan menjadi fokus perhatian, sosok kecerdasan dalam lingkungan yang berpendidikan tapi rendah hati walaupun diantara mereka yang congkak akan title palsunya meremehkan dia tapi itu semua tak dihiraukannya.

Kedatangan orang yang kami tunggu – tunggu memberikan ekspresi lain di wajah para sahabatku tergambarkan abstrak dengan tingkahnya yang tak beraturan, seolah – olah girang dengan sedikit menekukkan alisnya. Ucapan asma Allah SWT menjadi pembuka materi, membuatku fokus pada pesan – pesan yang substansial, pembicaraan dua arah pun dimulai dengan tensi yang luar biasa semangat yang berapi – api berharap emosional dari pemahamanku tersampaikan, argumenku pun tersampaikan sesekali tanganku menekan keras ke meja coklat penuh coretan sang penerus bangsa, tiba – tiba diantara mereka yang merasa punya power berusaha menguasai forum tekanan suara yang keras terlontarkan pedis berharap tanganku melemah dan pandangan yang tajamku tidak memandang mangsa tanpa sadar kalau yang mereka lakukan saat itu adalah penindasan pemikiran yang tak beralasan, tanganku pun melemah menghormati keinginannya tapi  tetap kulanjutkan dengan irama yang berbeda berharap pesanku tersampaikan jelas dan tegas.

Begitulah wajah pendidikan yang bekerja saat ini, pertanyaannya apakah anda akan mengikuti alur sambil berharap tak ada rintangan menuju tujuan mereka yang semu atau melawan arus tetap hidup dan kuat bagai Pohon Jati

Jumat, 01 April 2011

Inklusi Fluida

Assalamu alaikum wr wb

Berbicara tentang analisis laboratorium untuk mineral dan batuan tak jarang kita menemukan inklusi - inklusi fluida dalam sampel Microscopis, maka dari itu Inklusi Fluida merupakan salah satu studi yang menarik untuk dibincangkan, bagaimana tidak inklusi fluida untuk geologi mempunyai peranan berupa pemberian catatan yg unik yang bertanggungjawab dalam proses pembentukan dan evolusi batuan dan mineral sepanjang sejarah bumi.

Beberapa pengertian mengenai inklusi fluida menjelaskan bahwa Inklusi fluida adalah tetesan kecil cairan yang telah terperangkap di dalam kristal, baik selama pertumbuhan primer dari solusi atau pada beberapa tahapan kemudian, biasanya sebagai akibat dari rekristalisasi sepanjang microfractures sembuh. Inklusi ini (terutama yang primer) terbentuk bersamaan dengan mineral yang memperangkapnya, sehingga karakteristik fisik/kimia dari larutan pembawa mineral tersebut akan mempunyai kemiripan dengan larutan yang terperangkap sebagai inklusi fluida. Dengan demikian, inklusi fluida dapat digunakan antara lain untuk mengetahui lingkungan fisika dan kimia pembentukan endapan bijih; suhu, tekanan, dan komposisi larutan hidrotermal, menentukan batas boiling, evolusi suhu dan tekanan pada cekungan minyak bumi (khusus pada inklusi fluida yang mengandung minyak bumi) dan membuat zonasi suhu pada eksplorasi geotermal.

 

 Contoh Inklusi Fluida pada Batupasir

Perkembangan ilmu pengetahuan dan alat bantu yang semakin baik memberikan dampak kepada variabel pengamatan yang semakin lebar dan semakin spesifik, misalnya mikroskop dengan sinar inframerah atau kathodoluminescens dapat digunakan untuk mengamati mineral yang tidak dapat ditembus/dibedakan dengan cahaya biasa atau terpolarisasi. Sebagai contoh pengamatan inklusi fluida pada pirit hanya dapat dilakukan dengan sinar inframerah karena pirit bersifat isotropik yang tidak dapat ditembus baik oleh sinar biasa maupun terpolarisasi, atau penentuan zonasi perkembangan kristal atau retakan mikro sangat mudah dengan menggunakan sinar kathode luminescens.

Adapun contoh Studi Inklusi Fluida sebagai berikut
Studi Inklusi Fluida terhadap mineralisasi Tungsten A-Emas, Latupa, Kab. Luwu. Sul-Sel

Rabu, 02 Februari 2011

Potret kehidupan Kacamata Rahmat

Assalamu Alaikum Sorry Fren lama tak nulis lagi, biasa masalah klasik he he he nah kemaren tepatnya Bulan Desember kemaren saya melihat salah satu wajah Dunia kerja geologist.

berjalan di lengan sebelah kanan Sulawesi membuat saya lebih mengenal Arti hidup dan pastinya kita memiliki kacamata sendiri - sendiri untuk hal ini.

Pukul 01.00 Wita di Teluk lengan sebelah kanan Sulawesi kami 1 tim (Saya dan Dzul) disambut heningnya malam dan sesekali angin sepoi2 menyapu badan kami, tak banyak yang kami bisa katakan dalam kondisi tubuh yang belum prima bangun dari tidur kami dan keluar dari kendaraan roda empat yang cukup elegan, 5 Rumah di hadapan kami gelap dan semuanya tak bersuara.

Pagi haripun datang setelah saya melakukan kewajiban saya sebagai Makhluk ciptaan Allah SWT, saya keluar menuju teras sambil membawa secangkir teh hangat dan buku catatan yang dilengkapi pulpen Hitam dengan penutupnya, setibanya di teras saya disambut Hamparan Lautan biru yang indah dengan buih2 ombak yang halus yang dikelilingi pegunungan Hijau yang tinggi prediksi saya ketinggian < 500 m disekeliling kami,ternyata bukan saya saja yg melihat mentari begitu indah saat itu semua penduduk lokal yang menggantung kehidupannya pada hasil laut pun telah sibuk2 dengan kendaraan roda dua masing2.

sang mentari kami sambut dengan diskusi manajemen Eksplorasi semua geologist baik senior maupun junior punya hak status sama,

Bapak Eko Budi harsoyo (Geologi UPN, 82) Akrabnya dipanggil pak Budi, Dzul biasa memanggilnya Babeh (maklum Udah berumur) kami sangat menghormatinya, pak Budi membimbing kami dengan pengalamannya.

jam kerja 06.30 wita sampai pukul 16.30 wita dan Hari jumat merupakan hari Libur kami. Eksplorasi berlangsung aman hingga minggu kedua kami memasuki wilayah yang pemilik tanahnya tidak mengijikan kami masuk, Pola pikir masyarakat setempat sangat mempengaruhi kelancaran Eksplorasi kami. konflik internal perusahaan mempengaruhi loyalitas para elit perusahaan juga mempengaruhi kami tapi KAMI PROFESIONAL, partai nonblok tepatnya (he he he Sorry begitulah hidup mereka saling jotos untuk mendapatkan posisi, Berjalan kedepan dengan menarik teman yang ada didepan atau naik ke puncak dengan menginjak tangan seorang teman) maaf yah kalo nyinggung.

Tiap sore di jam istirahat saya mencari kesibukan supaya tidak ngeboseninn nyapu halaman rumah, dan main kartu sama penduduk setempat. mandi di sungaiiii tempat favorit saya sejuk, Asri dan naturall. terkadang saya cuman duduk - duduk menulis kegiatan keseharian sambil natap bunga desa (cihuiiiii, Santanna ramlahhhhh) he he he sambil berdoa moga dapat Jodoh disini. Amiiiiiiin

3 minggu telah berlalu awalnya lancar - lancar saja, namun konflik dengan salah satu tuan tanah di lokasi Eksplorasi mengharuskan saya sedikit berpolitik, menghilang dari lokasi untuk eksplorasi di tempat lain (Baturube, Koloatas dan kolobawa) menjadi next target 5 hari dan berharap para elit perusahaan sudah punya pertimbangan dengan kondisi real di lapangan, yang tentunya juga menerima saran dari kami Tim geologist.

Next lokasi menjadi sangat baru karena kita butuh sosialisasi ulang kependuduk setempat, wal hasil mereka sangat terbuka dan menunggu kelanjutan tahapan eksplorasi. Pola pemikiran disini pun agak berbeda, kasusnya pun agak berbeda, kecemburuan sosial dari penduduk mempengaruhi management lapangan karena semua penduduk berebutan untuk berpartisipasi dalam rangkaian eksplorasi awal, maklum lapangan pekerjaan yang sangat minim dan antusias para pemuda untuk bekerja sangat kurang menjadi perhatian saya disore hari berfikir untuk temukan jalan keluar terbaik bagi mereka (Agen of Social Control and bla bla bla).

Selama 4 hari kami melakukan Eksplorasi di daerah Baturube Alhamdulillah kami bias menginterpretasi seberapa besar prospek 2 lokasi di IUP eksplorasi yang kami pegang dengan melihat beberapa tespit dan mineral2 penciri Zona Saprolite.

Saya dan Dzul pun kembali ke lokasi Lambolo Blok untuk melanjutkan Tanggung jawab kami sebagai Geologist perjalanan kami tempuh selama 8 jam menggunakan transportasi laut.
Selama perjalanan saya pun termenung melihat betapa indahnya ciptaan Allah SWT, pegunungan na hijau sepanjang pinggiran teluk ini dengan suasana yang sangat ramah sempat terlintas dibenak saya bagaimana kondisi beberapa tahun kemudian setelah kedatangan banyak perusahaan tambang yang akan mengelola seluruh wilayah ini.

Saya pun melanjutkan tugas saya dengan membuat Drill Hole Plan di ARC GIS 9.3 dan Situasi Tambang yang kekinian dengan memperhatikan seluruh aspek seperti :
- Aspek Sosial politik yang berkembang di warga
- Aspek Ekonomi
- Aspek Geologi

3 minggu 5 hari telah berlalu melihat perjanjian kami sewaktu di Makassar kalo waktu kerja kami hanya 1 bulan saya pun cukup senang karena Rinduq pada kondisi kampus terkhusus pada sahabat2 saya di Bung (ACO, Bob, Kodok, Ohang).
Saya pun kembali ke Makassar 4 hari kemudian, selama perjalanan kami cukup Rileks walaupun beberapa saat banyak hal2 lucu yang sebenarnya agak menjengkelkan karena Bus yang kami tumpangi ternyata bermasalah dengan AC (maklumlahhh kepulangan kami ke Makassar sangat terburu2 jadi kami cukup ikhlas dengan kondisi itu) lagian kami juga cukup enjoy terlebih lagi saat “Dia” menghubungikuu (cihuiiiiiii) saya saja heran, bagai sayur tanpa garam kehidupan kalo ngga’ ada Liku2 cintanya nggak Seruuu (Betullkan Guyssss)

Nah itu sedikit gambaran Potret Kehidupan dibeberapa wilayah yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh Pertambangan, mungkin teman2 pembaca punya pendapat sendiri mengenai Efek pertambangan terhadap social masyarakat setempat atau teman2 punya kisah tersendiri setelah terlibat dengan pertambangan.
so guys itu semua tergantung bagaimana cara menjalani semua itu dan hal itu juga yang akan menunjukkan bagaimana kepribadian ANDA sebenarnya . . .. . . .
Wassalam

Senin, 31 Januari 2011

Mengejar Smelter untuk Tahun 2014

Assalamu Alaikuuuum

Pasti teman - teman sudah tahu hasil dari UU Minerba 2009 kemarin, banyak prokontra dengan hasil itu menurut beberapa Pengusaha yang terjung dibidang pertambangan merasa rugi tapi ada pula yang berfikir sebaliknya.


Pasal 110 dan Pasal 117 UU Minerba yang baru menyebutkan bahwa perusahaan tambang mineral wajib untuk memurnikan hasil tambangnya di dalam negeri dalam waktu maksimal lima tahun sejak aturan tersebut diundangkan.

Hal ini sempat memecut para investor lokal yang baru terjun dalam bidang ini, karena biayanya hampir mencapai USD 500 juta seperti yang dirasakan PT. Smelting Gresik tapi itu dulu itupun Skalanya besar, saat ini Pembangunan Smelter dengan skala kecil hingga menengah dengan biaya yang relatif lebih murah USD 20 - 100 Juta. (tergantung jenis Logamnya )

sejak saat UU Minerba di sahkan para Investor Lokal pun memutar kembali otak mereka agar dapat memiliki Biaya Investasi untuk membangun  Smelter pada waktu yang telah ditetapkan.

Mengacu pada undang undang dasar 1945 kalau hasil kekayaan alam yang terdapat di Indonesia harus kembali kepada Rakyat Indonesia, para pemerintah sebaiknya mendukung para investor - investor lokal dengan mengoptimalkan kinerja mereka yang di dukung oleh SDM yang baik, persoalan managemen sangatlah penting untuk membangun perusahaan - perusahaan lokal dalam negeri.

teman - teman harus paham kalau Geologist punya Peranan penting dalam mengembalikan kekayaan Alam negeri kita agar kembali ke Rakyat Indonesia. Kita Negara yang besar dan untuk mengurusnya perlu Jiwa yang Besar dan Kalau Bukan kita Siapa lagi yang harus Peduli.

Minggu, 02 Januari 2011

PETROLOGI BATUAN METAMORF

Senin, 06 Desember 2010

Laterite Profile

Assalamu Alaikum Wr wb.

Kawan - kawan berbicara mengenai Laterite pasti sangat akrab dengan beberapa faktor pembentuk Laterite salah satunya yaitu Batuan dasar berupa Batuan Ultrabasa nahh kalo sudah gini kita tinggal perhatikan faktor2 yang lainnya, kalo teman2 belum pernah melihat langsung profil Nikel Laterite di Lapangan teman2 bisa perhatikan gambaran umum profil dibawah serta penjelasannya tiap lapisan.

Secara umum endapan Nikel laterit dibedakan menjadi beberapa bagian lapisan (Elias, et al., 1981) yaitu :

a. Tanah penutup (Overburden ).
Merupakan bagian yang paling atas dari suatu penampang laterit. Komposisinya adalah akar tumbuhan, humus, oksida besi dan sisa-sisa organik lainnya. Warna khas adalah coklat tua kehitaman dan bersifat gembur. Kadar nikelnya sangat rendah sehingga tidak diambil dalam penambangan. Ketebalan lapisan tanah penutup rata-rata 0,3 s/d 6 m.


b. Limonit
Merupakan hasil pelapukan lanjut dari batuan beku ultrabasa. Komposisinya meliputi oksida besi yang dominan, goethit, dan magnetit. Ketebalan lapisan ini rata-rata 8-15 m. Dalam limonit dapat dijumpai adanya akar tumbuhan, meskipun dalam persentase yang sangat kecil. Kemunculan bongkah-bongkah batuan beku ultrabasa pada zona ini tidak dominan atau hampir tidak ada, umumnya mineral-mineral di batuan beku basa - ultrabasa telah terubah menjadi serpentin akibat hasil dari pelapukan yang belum tuntas.

c. Saprolit
Zona ini merupakan zona pengayaan unsur Ni. Komposisinya berupa oksida besi, serpentin sekitar ;0,4% kuarsa magnetit dan tekstur batuan asal yang masih terlihat. Ketebalan lapisan ini berkisar 5-18 m. Kemunculan bongkah-bongkah sangat sering dan pada rekahan-rekahan batuan asal dijumpai magnesit, serpentin, krisopras dan garnierit. Bongkah batuan asal yang muncul pada umumnya memiliki kadar SiO2 dan MgO yang tinggi serta Ni dan Fe yang rendah.

c. Batuan dasar (Bedrock ).
Batuan dasar merupakan batuan asal dari nikel laterit yang umumnya merupakan batuan beku ultrabasa yaitu harzburgit dan dunit yang pada rekahannya telah terisi oleh oksida besi 5-10%, garnierit minor dan silika > 35%. Permeabilitas batuan dasar meningkat sebanding dengan intensitas serpentinisasi.

Saran nih Bro kalo mau lebih fokus ama hal2 yang berbau Nikel Laterite :

Boleh paham secara teori mengenai laterite tapi harus lebih sering ke Lapangan (Kondisi Lapangan akan sangat berbeda dengan teori yg dipelajari. nah sarannya itu dulu yahh kalo yg lainnya baiknya nanti diskusi lebih lanjut See yaa